Muslim adalah populasi terbesar kedua di dunia dan memiliki perkembangan jumlah umat yang tercepat. Oleh karena itu kaum Muslim adalah potensi pasar yang menjanjikan. Hal ini bisa kita lihat dengan mulai merambaknya brand dan retailers yang semakin memperhatikan konsumen Muslim dengan menciptakan produk-produk yang berlabelkan halal ataupun feature product dan kampanye iklan yang disesuaikan dengan kehidupan para muslim dan muslimah. Contohnya bisa kita lihat sekarang di pasaran sudah ada shampoo khusus untuk wanita berhijab, detergent khusus untuk perawatan jilbab, skin care product yang halal, product keuangan atau jasa agent yang sesuai dengan syariat Islam, dan masih banyak lainnya.

Pasar halal global telah muncul sebagai pertumbuhan sektor baru dalam ekonomi global dan kehadirannya pun terasa mulai kuat di negara maju. Dengan pertumbuhan konsumen yang cepat dan peningkatan pertumbuhan di banyak bagian dunia, industri halal tergolong menjadi kekuatan kompetitif dalam perdagangan internasional dunia. Kita bisa lihat bahwa salah satu brand olahraga ternama sudah mengeluarkan koleksi pakaian olahraga yang bisa dipakai Muslimah, termasuk hijab-nya. Selain itu banyak fashion brand lainnya yang juga mengeluarkan modest collection yang beberapa diantaranya telah dipertunjukkan di beberapa fashion week. Industri halal kini telah berkembang jauh melampaui sektor makanan dan hal ini semakin memperluas potensi ekonomi untuk pasar halal.

Ada beberapa kunci pengerak pertumbuhan pasar halal:

1. Global Halal Standard
Meskipun sertifikasi halal dianggap sebagai kunci utama untuk keberhasilan pengembangan global industri halal global , industri ini memiliki tantangan dalam memiliki perbedaan standar sertifikasi. Saat ini, standar halal berbeda antar negara dan bahkan dalam negara terkait karena kehadiran berbagai otoritas halal, dan dalam beberapa kasus penyalahgunaan dalam audit dan sertifikasi halal menghambat perkembangan lebih lanjut dari industri. Beberapa inisiatif, di tingkat global, telah diarahkan untuk membangun standar halal global.

2. Konsumen Muslim Baru
Diperkirakan 60% dari penduduk Muslim di negara mayoritas Islam adalah kelompok anak muda berumur dibawah 30 tahun. Adapun angkatan milenials ini adalah “agent of change” untuk industry halal. Sebuah penelitian oleh Ogilvy & Mather telah mengemukakan bahwa kelompok muda Muslim memiliki kebanggaan dengan agama mereka, memiliki daya beli tinggi, dan pola konsumsi yang tinggi, namun perusahaan yang memiliki produk/jasa sertifikasi halal tidak akan cukup untuk membuat mereka menjadi konsumen yang loyal. Kelompok Muslim/Muslimah Muda lebih suka akan produk-produk atau jasa yang menawarkan solusi di luar aspek halal, dengan tetap memiliki integritas terhadap status halal. Mereka juga lebih tertarik dalam asal muasal perusahaan di belakang brand tersebut. Ditambah lagi dengan kondisi adanya arus informasi yang cepat dan teknologi yang pesat yang membantu mereka berhubungan dengan dunia luar untuk memberikan ulasan/feedback terkait produk/jasa terkait, sangat penting bagi perusahaan untuk bisa menciptakan saluran komunikasi yang baik antar komunitas dan jejaring sosial.
Laporan oleh Ogilvy Noor juga mengungkapkan bahwa Kelompok konsumen Muslim baru tersebut membentuk hubungan yang mendalam dengan brand dan mencari brand yang menganut nilai-nilai penting seperti kerendahan hati, transparansi, kemurnian dan kebersamaan. Penelitian pasar lain oleh JW Thompson menunjukkan bahwa kelompok Muslim muda lebih sadar akan Brand. Laporan menemukan bahwa lebih dari 80% ingin membeli brand yang mendukung identitas Muslim atau budaya mereka, sementara 75% akan
membeli merek yang membuat mereka merasa menjadi bagian yang lebih luas masyarakat. Secara keseluruhan, kelompok konsumen Muslim baru lebih dinamis dalam selera, preferensi, dan nilai mereka, tetapi mempertahankan identitas yang kuat untuk Islam dan budaya mereka.

3. Human Capital
Kurangnya pekerja terampil diidentifikasi sebagai salah satu dari tantangan yang dihadapi industri halal. Karena semakin banyak pemain industri terlibat dalam bisnis halal, perlunya orang-orang yang berkualifikasi untuk mengurus hal-hal halal menjadi prioritas. Industri halal perlu fokus pada pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Sumber :
– Dinardstandard
– nasdaqomx

1 Comment

  1. Mbak mau nanya itu yang penelitian yang dilakukan oleh JW thomson tentang kelompok muslim muda, itu penelitiannya dilakukan tahun berapa ya mbak?

Write A Comment