Jodoh sesuai dengan apa yang keluar dari mulut kita, karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya.

Allah akan menjamin jodoh kita di waktu yang tepat. Boleh jadi yang datang lebih cepat belum tentu yang paling baik. Dan boleh jadi yang ditunda justru yang terbaik untuk kita. Berdoalah pada Allah sedetail-detailnya dalam meminta jodoh yang diinginkan.

Jodoh digambarkan Allah dalam Q.S. An-Nur (24) : 26), yang artinya “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (Surga).” Ayat tersebut menjelaskan bahwa jodoh sesuai dengan perilaku kita. Maka seharusnya kita memperbaiki diri agar Allah memberikan jodoh yang baik pula.

Jika jodoh terasa sulit artinya Allah menyuruh hambaNya untuk usaha memperbaiki diri lebih baik lagi. Jika jodoh terasa mudah boleh jadi itu berkat perilaku dan amal amal kebaikan yang dilakukan hambaNya.

Kenapa jodoh belum datang pada kita? Karena boleh jadi kita keliru dalam memahami bahwa jodoh berawal dari cinta dan saling mengenal satu sama lain. Karena cinta yang sebenarnya datang setelah adanya ijab qobul.

Manusia yang memiliki pandangan bahwa jodoh berawal dari cinta dan saling mengenal akan memilih untuk berpacaran. Tetapi manusia yang memiliki pandangan bahwa jodoh datangnya dari Allah akan melaksanakan proses yang sesuai dengan ajaran Islam yaitu Ta’aruf.

Perbedaan Ta’aruf dan pacaran
1. Dalam prosesnya taaruf memang lebih sulit dibanding pacaran
2. Namun pada akhirnya Allah berikan orang yang berta’aruf kebahagiaan sedangkan orang yang berpacaran tidak mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya

Maka untuk mendapatkan ridho Allah dan kebahagiaan yang sesungguhnya kita bisa memilih Halalkan atau Ikhlaskan. Jika berjodoh Allah akan meridhoi, jika tidak berjodoh maka kita harus mengikhlaskan.

Pengisi materi: Ustadz Fikrie Syahrijal
Tanggal: 17 Februari 2018
Lokasi: Masjid Cut Meutia

Suasana dalam pengajian

Terimakasih buat temen-temen yang sudah hadir dalam pengajian bulan februari ini
Sampe bertemu di pengajian bulanan HC selanjutnya, InsyaAllah

Write A Comment