Krisis ekonomi yang melanda beberapa negara besar mengakibatkan goncangan prekonomian secara global. Banyak perusahaan yang harus gulung tikar, sehingga menunjukkan sistem ekonomi kapitalis yang rapuh yang dianut oleh sebagaian besar negara-negara. Sistem ekonomi kapitalis ini berevolusi menjadi perekonomian dengan dominasi sektor moneter yang menjadikan flat money, functional reserve requirement, dan interest menjadi penopang utamanya. Sektor-sektor tersebut dapat menciptakan transaksi derivatif, yaitu transaksi dengan basis portofolio. Inilah yang pada akhirnya menjadi penyebab utama krisis keuangan global. Krisis ekonomi yang mengguncang berbagai negara di belahan dunia turut menganggu stabilitas perekonomian di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ekonomi Islam yang berorientasi pada keseimbangan antara kehidupan dunia dan surgawi merupakan alternatif dari sistem perekonomian konvensional yang kurang kuat dalam membentengi perokonomian dunia.

Perbedaan Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam
Ekonomi konvensional tidak mengenal nilai dan norma sehingga sering timbul konflik dan kecurangan. Ekonomi Islam menonjolkan sikap adil, jujur, dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu Dasar dari ekonomi konvensional adalah materialisme dan sekulerisme. Ekonomi Islam berlandaskan Al-Quran, As-Sunnah serta kajian ulama.

Manfaat Dalam Ekonomi Islam
Ekonomi Islma memiliki manfaat yang besar dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi dibandingkan sistem ekonomi konvensional yang justru membebani masyarakat. Seperti, Ekonomi Islma bersifat universal, dimana tidak hanya ditunjukan untuk kaum Muslim saja, tetapi untuk seluruh umat manusia dan maanfaat yang dapat langsung dirasakan dari pelaksanaan sistem ini, baik individu atau social.

Peran Ekonomi Islam dalam Perekonomian Global
Adapun peran ekonomi Islam yang dapat diterapkan sebagai solusi masalah perekonomian global adalah:

1. Konsep jujur, adil, dan bertanggungjawab
Merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan kegiatan ekonomi seperti gadai, sewa-menyewa, dan perdagangan. Tujuan dari konsep ini adalah agar tidak ada pihak yang dirugikan. Dalam kegiatan ekonomi hendaklah menguntungkan semua pihak sehingga terhindar dari berbagai kecurangan yang dapat menyebabkan konflik sosial.

2. Larangan riba
Larangan riba dengan menjadikan sistem bagi hasil dengan instrumen mudharabah dan musyarakah sebagai sistem yang diterapkan dalam kredit beserta instrumen bunganya. Bunga bank memberikan dampak negatif pada kegiatan ekonomi dan sosial Secara ekonomi, bunga bank menjadikan pertumbuhan ekonomi yang semu dan menurunkan kinerna perekonomian. Dari segi sosial akan membuat masyarakat terbebani dengan bunga yang besar. Melalui larangan riba ini, maka pembangunan dan pertumbuhan ekonomi diharapkan akan terus meningkat.

Write A Comment